RAJA (KOPA BF)

July 20, 2010
by

foto from Chris: Hamid Jupiter, Alung Kopa, IBO

perkutut DKI dot com
KAMI TETAP INDEPENDENT, ULASAN INI SEBAGAI WACANA

Hadirnya jawara perkutut bernama Raja yang saat ini dimiliki H.Hariri – Malang jawa timur memberikan bukti satu lagi, bahwa volume, dasar suara, trah lawas dari materi indukan di dalam kandang ternak tidak dapat di peti es kan begitu saja.

perkutut DKI dot com yang mengikuti perjalan sang jawara dari mulai usia piyik (2,5 bulan) saat masih di tangan Alung owner Kopa bf, turut berbangga dengan kehadiran sang jawara ini.
Perjalanan sang jawara ini cukup panjang, pertama di tangan H.Sugi Pacitan, ditarik kembali oleh A lung dan selanjutnya berpindah tangan ke H.Hariri Malang.

Masih dalam ingatan yang sangat jelas, saat usai lomba di surabaya, beberapa kungMania singgah di KOPA bf berdiskusi cukup seru mengenai dasar suara, volume dan trah/keturunan burung perkutut. Alhasil, tidak perlu besar, harus tajam tidak gembos dan “betina” pegang peranan kunci. Import tetap, tetapi dasar suara tetap memegang peranan kunci.

KOPA bf yang begitu konsisten , tetap berpegang prinsip2 di atas. Kombinasi di dalam materi kandang terlihat jelas, owner KOPA bf ini sama sekali tidak meninggalkan ‘BASIC BREEDING”  dan “BASIC BLOOD” yang sudah dibentuknya cukup lama. Obrolan intens dengan admin sejak periode tahun 2007 sampai sekarang akhirnya membuahkan hasil. Mestinya saat periode tahun 2005- 2007 kita penggemar burung perkutut tanah air  sudah diberi pelajaran berharga dengan tipikal volume sedang berirama (SINGER, JACKO, GOTONG ROYONG), tapi apa boleh buat tuntutan kita mungkin terlalu tinggi, volume besar cowong, jalan 7-8 bahkan 10, irama lenggak lenggok, ujung sangat panjang,  dan pada akhirnya sinyal dari ke 3 jagoan itu menguap begitu saja, termasuk uang untuk memenuhi nafsu itu berhamburan entah kemana.

Seperti diketahui ibu dari Raja adalah TL-19, betina juara 3 dewasa senior di lomba nasional di cilodong era tahun 2005, dan sempat di jodohkan / join breeding dengan METEOR (sewaktu di tangan Alm. Gwan An), seorang tokoh yang menaikan pamor “tipe indonesia” dimata penggemar burung perkutut negara tetangga.

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, burung perkutut jawara dengan nilai 4 warna (murni) seperti Jacko, Gotong Royong, dalam usia matang dan dengan volume sedang serta irama yang baik sangatlah sulit, fenomena terakhir selalu burung2 usia muda (dibawah 7 bulan) yang selalu kita banggakan dan dengan ending yang membuat sesak dada.

Sekali lagi selamat buat KOPA bf yang membawa pencerahan, tidak ada istilah trend dalam seni suara burung perkutut, yang ada “PAKEM SENI SUARA BURUNG PERKUTUT”. Selanjutnya kita nantikan gebrakan anyar seperti SINGER dan RAJA, dimanatipe indonesia harus menjadi raja di negaranya sendiri“.

No related posts.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«