Bergengsi, Misteri, dan barmoter perkututan tanah air, inilah kata yang pas untuk gelaran lomba burung perkutut Hamengku Buwono Cup di alun alun selatan Yogyakarta, 23-24 Juli yang baru lalu.
Dikatakan bergengsi karena keinginan kungMania tanah air untuk ikut serta yang begitu tinggi disertai dengan adanya piala khusus dari phak Kraton Yogyakarta.
Sebuah misteri, hal ini tidak dapat dipungkiri, setiap gelaran lomba berlangsung selalu disertai dengan adanya angin beliung yang mengitari lapangan konkurs, walaupun dalam kecepatan kecil, pusaran angin itu cukup membuat suasana lomba menjadi riuh dengan teriakan teriakan untuk mengingatkan adanya angin tersebut. Dan bagi yang sudah belasan tahun mengikuti ajang lomba ini, pasti merasakan hal tersebut. Tetapi kejadian ini hanya berlangsung jika pelaksanaan lomba diadakan di alun alun selatan, 3 tahun terakhir dimana gelaran lomba diadakan di bantul dan alun alun utara, kejadian angin beliung mengitari lapangan tidaklah terjadi.
kejuaraan nasional Hamengku Buwono Cup di Yogyakarta ini juga dapat dikatakan sebagai barometer perkututan tanah air, oleh karena setiap gelaran lomba berlangsung diikuti hampir seluruh jawara jawara tangguh dari seluruh wilayah tanah air.

No related posts.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*